Kontemplasi ( iwan fals ) dan bagaimana memahaminya ?

KONTEMPLASI dan iwan fals( bagaimana memahaminya ? )

Baiklah, karena anda sudah terjebak masuk di posting ini, judulnya akan saya ganti dengan “Memahami arti Kontemplasi”

Sepertinya kata Kontemplasi erat hubungannya dengan filsafat, theologi, psikologi dan ogi-ogi lain yang banyak hubungannya dengan keimanan, keagamaan, kepercayaan atau hal-hal yang “agak sulit” lain. Saya tidak akan membahas dari sisi itu. Mari kita mencoba “menegerti” dan “meraskan” dari sisi rasa orang biasa dan awam. Kita lupakan masalah kebenaran arti dan kategori katanya.

Saya pernah bertanya pada seseorang yang saya anggap mengerti masalah Kontemplasi ini (dan nampaknya memang begitu). Dengan tersenyum ramah dia menjelaskan kepada saya tentang Kontemplasi.

Ini keterangannya:

“Lihatlah mata adikmu, ponakanmu atau anak tetanggamu yang berumur kurang lebih setahun, pandanglah matanya, beberapa detik saja, dan tersenyumlah padanya, saat itulah kau temukan sebuah keadaan Kontemplatif dimatanya”……. hanya itu?. “Yah… hanya itu” diapun menghilang.

Kemudian saya mencoba mencari lagi “bayi kecil” lainnya, saya pandang lagi matanya, dan tersenyum. Saya cari lagi anak kecil lain, dan hal itupun terjadi lagi. Saya masih belum menemukan arti Kontemplasi.

Sayapun mencoba membayangkan lagi kejadian itu.

Mata kecil yang bulat itu memandang saya dengan polos, jernih, tidak ada tanya, tidak ada curiga, tidak ada analisa, tidak ada penilaian. Mata itu memandang saya dengan sorot kagum dan menikmati apa yang dilihatnya, konsentrasinya hanya ada satu, memandang saya, mengagumi dan menikmati pandangan saya padanya, hanya itu, tidak ada yang lain. Akhirnya diapun menggeliat dan tertawa. Anak itu berada dalam keadaan kontemplatif sebelum menggeliat dan tertawa.

Dengan sadar merasakan dan mengagumi, tanpa embel-embel lain, akhirnya itulah yang saya ambil kesimpulan dari arti Kontemplasi.

Berikut lirik lagu unrilised dari Iwan Fals berjudul Kontemplasi :

Kontemplasi ( by iwan fals )

Setelah sekian lama menunggu
Akhirnya datang juga giliranku
Setelah semuanya habis terkuras
Setelah tak ada lagi harapan

Pada saat semangatku bergolak
Pada saat nafsuku mendidih
Aku jatuh impianku hancur berkeping – keping
Sampai aku tak berani lagi berharap

Aku jalani saja hidup ini tanpa suka tanpa duka
Dari waktu dari waktu aku tak mau tahu
Kini kau datang menggodaku untuk bercerita
Lalu kuceritakan saja semua yang kutahu

Aku tak punya apa – apa
Bukan aku mengeluh apalagi mengiba
Memang aku punya apa – apa
Kuceritakan itupun karena kau minta

Kadang aku merasa masih kah aku menjadi manusia
Kadang aku berpikir benarkah aku tersingkir
Sedangkan pintu – pintu sudah terbuka
Cerita pun belum berakhir

Aku tak ingin apa – apa
Bukan aku berontak apalagi menghina
Memang aku tak ingin apa – apa
Kuceritakan itu pun karena kau minta

Aku tak bisa apa – apa
Bukan aku merendah apalagi jumawa
Memang aku tak bisa apa – apa
Kuceritakan itu pun karena kau minta

20120430-001414.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s