Mengkultuskan Iwan Fals & Kultus Lagu Iwan Fals

Kultus atau pemujaan Iwan Fals, muncul ketika pribadi seseorang terlalu berlebihan mengunggul-unggulkan / melebih-lebihkan sosok iwan fals, dengan menggunakan media massa, propaganda, atau metode lain untuk menciptakan figur ideal atau pahlawan dari seorang Iwan Fals, seringkali melalui pujian yang berlebihan, serta menganggap sosok yang dipuji itu sangat sempurna. Biasanya pengkultusan atas Iwan Fals banyak terdapat dalam media sosial facebook dan twitter. Sosok Iwan Fals dipuja secara berlebihan oleh para pengguna media sosial tersebut. Bahkan seringkali ikon Iwan Fals dilegitimasikan u/ kepentingan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Iwan Fals.

LALU BAGAIMANA IWAN FALS MENGKULTUSKAN SEAUATU ???
(bagian ini saya copas dr link : http://traktorlubis.blogspot.com/2011/02/ini-lagu-iwan-fals.html?m=1 )

Aku adalah lelaki tengah malam
Ayahku harimau ibuku ular
Aku dijuluki orang sisa sisa
Sebab kerap merintih kerap menjerit

Temanku gitar temanku lagu
Nyanyikan tangis marah dan cinta
Temanku niat temanku semangat
Yang kian hari kian berkarat semakin berkarat

Aku berjalan orang cibirkan mulut
Aku bicara mereka tutup hidung
Aku tersinggung peduli nilai nilai
Aku datangi dengan segunung api

Mereka lari ke ketiak ibunya
Ku tak peduli marahku menjadi
Mereka lari ke meja ayahnya
Aku tak mampu tenagaku terkuras

Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Orang sisa sisa menangis
Orang sisa sisa menangis
Air matanya…. Air matanya…. Air matanya…..Api….

Aku berjalan orang cibirkan mulut
Aku bicara mereka tutup hidung
Aku tersinggung peduli nilai nilai
Aku datangi dengan segunung api

Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malam
Orang sisa sisa menangis
Orang sisa sisa menangis

Air matanya…. Air matanya…. Air matanya…..Api….

Dari dulu saya memperhatikan bagian lirik yang menjadi judul tulisan ini. Apa maknanya? Apakah Harimau sebagai kiasan pada sifat garang pemberani sang ayah? Kemudian ular sebagai kelicikan sang Ibu? alias jelmaan iblis sendiri?

Apa yang dimaksudkan ular disitu?
Dalam litur litur lain, misalnya paganisme dan astrologi Cina. Ular memiliki makna yang berbeda. Ular adalah ilmu pengetahuan itu sendiri. Yang ini sebenarnya tersirat dari kisah Kejadian itu sendiri. Dimana diceritakan ular melingker lingker di pohon pengetahuan. Yang akhirnya kemudian menjatuhkan manusia dari imortal menjadi mortal.

Bangsa Cina percaya bahwa memiliki seorang bershio Ular di dalam rumah akan membawa makna baik yaitu keluarganya tidak akan jatuh dalam kemiskinan dan kelaparan. Tidak terlalu berlebihan, karena shio ular memang dikenal memiliki karakter sebagai seorang pemikir sejati, perencana ulung, konsisten dan juga murah hati.

Kemudian, ular juga teman para petani. Ular adalah musuh alami hama perusak panen yaitu tikus. Lalu lebih jauh lagi lihat ke lambang apotik.

Makna, tujuan, dan makna esoterik dari lambang kedokteran sering bisa ditafsirkan dari jumlah bagian-bagiannya. Staf (terutama staf bentara) merupakan simbol otoritas dilakukan di tangan utusan. Kualitas bersayap dari tongkat Hermes adalah sesuai dengan alkimia atau pentingnya astrologi Merkurius (baik planet, dewa, dan elemen) – cukup sering berarti keluwesan, transformasi, informasi, dan awal yang baru (sebagai kuartal unsur udara adalah sering disamakan dua). Ular sering digambarkan dalam tradisi Yahudi-Kristen yang tidak sebagai sumber atau pembawa kebijaksanaan. Dalam Gnostisisme ular merupakan Sophia atau manifestasi dari prinsip-prinsip ilahi feminin (atau Shekinah dalam Yudaisme atau Kabbalah). Perhatikan bahwa ular terikat satu sama lain dalam double helix – bentuk stabilitas, penciptaan, dan kehidupan (bentuk yang sangat sesuai dengan DNA kita).

Apakah Iwan Fals mengkultuskan ular dengan lirik lagu diatas? Mengingat Iwan adalah orang yang sangat menghormati ibunya. Itu bisa dijumpai di sejumlah lagunya. Yang paling terkenal lagu dengan judul ‘IBU’ (Album 1910) sendiri.

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Bagaimana mungkin seorang anak yang juga mengucapkan ‘ibu, maaf’ di lagu Sarjana Muda, bisa menyamakan ibunya sebagai iblis itu sendiri?

Saya lebih suka Iwan mengibaratkan ibunya sebagai ular dala posisi ular sebagai ilmu pengetahuan, sebagai pelindung, pengayom, penyembuh, sebagai pemberi kemakmuran karena menyantap musuh petani kota, tikus tikus kantor.

Pengetahuan apa yang diberikan Sang Ibu pada Iwan Fals? Paling tidak rasa kasih sayang. Ini Ilmu pengetahuan paling nyata yang bisa dirasakan seorang anak.
.
Iwan Fals gilak! kau bikin aku merinding lagi……

šŸ™‚

One thought on “Mengkultuskan Iwan Fals & Kultus Lagu Iwan Fals

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s